Festival Literasi Jepara Menghubungkan Bacaan, Gagasan, dan Karya
Redaksi Berita Pilihan ·

Foto: Davidelit / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Reading_section_in_the_National_Library_of_Indonesia.jpg
Pemerintah Kabupaten Jepara menyelenggarakan Festival Literasi Jepara 2026 pada 7–9 Oktober di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Festival bertema “Literasi Menyala, Jepara Punya Cerita” dibuka pada Rabu, 7 Oktober, dengan ajakan agar membaca berlanjut menjadi gagasan, karya, dan tindakan.
Pembukaan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, dinas kearsipan dan perpustakaan dari Demak, Kudus, Pati, dan Rembang, Bunda Literasi kecamatan, komunitas, pegiat literasi, sekolah, pelajar, dan masyarakat. Susunan itu memperlihatkan bahwa ekosistem literasi tidak hanya bergantung pada perpustakaan atau ruang kelas.
Asisten I Sekda Jepara Ali Hidayat menempatkan literasi sebagai kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menemukan gagasan, menghasilkan karya, dan menggunakan pengetahuan untuk memecahkan persoalan. Rumusan ini memperluas kegiatan literasi dari kebiasaan membaca menuju cara menilai serta memakai informasi.
Festival juga diarahkan untuk memperkuat perpustakaan sebagai ruang pertemuan pengetahuan, kreativitas, komunitas, dan gagasan. Peran itu menuntut kegiatan yang membuat koleksi dapat digunakan, mempertemukan pembaca dengan pengalaman baru, dan membuka ruang belajar lintas usia.
Pada hari pertama, gelar wicara “Mengenal Pemasaran Online: Memperkaya Literasi, Memperluas Peluang” menghadirkan praktisi UNISNU Jepara Mohamad Rifqy Roosdhany. Materinya mengenalkan tahapan agar usaha dikenal, ditemukan, dipercaya, dihubungi, lalu dibeli; peserta juga diperkenalkan dengan Tantangan 7 Hari untuk mulai berlatih menggunakan telepon pintar.
Laporan resmi belum memuat jumlah peserta per sesi, daftar lengkap agenda selama tiga hari, hasil Tantangan 7 Hari, atau pengukuran perubahan kebiasaan membaca. Karena itu, festival paling tepat dipahami sebagai ruang pemantik; keberlanjutan gerakan tetap bergantung pada program perpustakaan, sekolah, keluarga, dan komunitas setelah acara selesai.
Sumber: Pemerintah Kabupaten Jepara, “Festival Literasi Jepara 2026 Dorong Masyarakat Baca, Kreasi, Beraksi”, 7 Oktober 2026, https://berita.jepara.go.id/festival-literasi-jepara-2026-dorong-masyarakat-baca-kreasi-beraksi/ ; ANTARA Jateng, “Pemkab berharap Festival Literasi Jepara jadi momentum perkuat budaya baca”, 9 Oktober 2026, https://jateng.antaranews.com/berita/647777/pemkab-berharap-festival-literasi-jepara-jadi-momentum-perkuat-budaya-baca ; halaman foto Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Reading_section_in_the_National_Library_of_Indonesia.jpg
Catatan editorial: Artikel ini merupakan ringkasan orisinal dari laporan primer Pemkab Jepara dengan pemeriksaan silang ANTARA; redaksi tidak menghadiri festival. Foto menampilkan ruang baca lantai 21 Perpustakaan Nasional di Jakarta pada 30 Januari 2018—bukan lokasi Festival Literasi Jepara—karya Davidelit, berlisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Gambar diperkecil dan dikonversi ke JPEG tanpa mengubah isi.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan