Berita Pilihan
Seni

Calung Banyumas Menyusun Irama dari Bilah Bambu

Redaksi Opinix ·

Pertunjukan calung dalam malam kesenian warga di Kabupaten Bandung, 3 September 2016. Foto menggambarkan keluarga instrumen calung secara umum, bukan dokumentasi Banyumas; dipotong dan diubah ukurannya.
Pertunjukan calung dalam malam kesenian warga di Kabupaten Bandung, 3 September 2016. Foto menggambarkan keluarga instrumen calung secara umum, bukan dokumentasi Banyumas; dipotong dan diubah ukurannya.
Foto: Pandi Ahmad Gunawan — CC BY-SA 4.0

Calung Banyumas menempatkan bambu sebagai bahan sekaligus sumber warna bunyi. Bilah-bilah yang ditala dipukul untuk menghasilkan nada, lalu beberapa instrumen disusun menjadi jalinan ritme dan melodi yang menopang nyanyian atau tari.

Fondazione Giorgio Cini menggambarkan calung Banyumas sebagai ansambel perkusi bernada dari bambu. Dalam pertunjukan calung-lengger Banyumasan, permainan instrumen berhubungan erat dengan tradisi tari dan kehidupan seni di wilayah Banyumas, Jawa Tengah.

Bunyi calung lahir dari pertemuan bahan, ukuran, dan cara memainkan. Panjang serta bentuk bilah memengaruhi nada, sedangkan jenis pemukul dan titik pukul memengaruhi serangan bunyi. Ketepatan laras karena itu memerlukan pendengaran dan keterampilan tangan.

Dalam ansambel, setiap pemain tidak berdiri sendiri. Pola yang tampak sederhana dapat saling mengisi sehingga membentuk gerak musikal yang lebih padat. Mendengarkan calung berarti mengikuti hubungan antarpola, bukan hanya mencari satu melodi utama.

Istilah calung juga digunakan untuk tradisi bambu di wilayah lain, termasuk Sunda. Foto pendamping artikel ini merekam pertunjukan calung di Kabupaten Bandung dan dipakai sebagai ilustrasi keluarga instrumen; foto tersebut bukan dokumentasi pertunjukan Banyumas.

Pembedaan konteks penting agar nama yang sama tidak menghapus keragaman. Repertoar, susunan instrumen, gaya pukulan, fungsi pertunjukan, dan hubungan dengan tari dapat berbeda sesuai komunitas yang merawatnya.

Pelestarian calung bukan hanya menyimpan alat. Pengetahuan membuat, melaras, memainkan, mengajarkan, dan menempatkan musik dalam acara sosial harus ikut diteruskan. Di situlah bambu berubah dari bahan sehari-hari menjadi arsip bunyi yang hidup.

Sumber: https://www.cini.it/en/publications/calung-the-bamboo-ensembles-of-banyumas-central-java/; https://www.cini.it/en/eventi/music-and-dances-from-the-borders-of-java-calung-lengger-banyumasan/; https://www.metmuseum.org/art/collection/search/501378; https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pentas_Seni_Calung_Menghibur_Warga,_Malam_Kesenian_17_Agustus.jpg; https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel evergreen, bukan berita terbaru. Fakta dan tautan diperiksa pada 13 Oktober 2026. Foto: Pandi Ahmad Gunawan, 3 September 2016, CC BY-SA 4.0. Halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pentas_Seni_Calung_Menghibur_Warga,_Malam_Kesenian_17_Agustus.jpg. Lisensi: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan gambar: dipotong ke rasio 16:9, diubah ukuran menjadi 1200 × 676 piksel, dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga