Berita Pilihan
Budaya

FTBI Banten Membawa Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi ke Arena Lomba

Redaksi Opinix ·

Aksara Jawa di SMP Negeri 12 Yogyakarta, didokumentasikan pada 16 April 2025; foto ilustrasi pembelajaran bahasa daerah, bukan lokasi FTBI Banten. Gambar diperkecil dan dikompresi ke JPEG.
Aksara Jawa di SMP Negeri 12 Yogyakarta, didokumentasikan pada 16 April 2025; foto ilustrasi pembelajaran bahasa daerah, bukan lokasi FTBI Banten. Gambar diperkecil dan dikompresi ke JPEG.
Foto: Meniirtjakarintan / Wikimedia Commons — CC BY-SA 4.0 — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Aksara_Jawa_SMPN_12_Yogyakarta.jpg

Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 yang dikelola Kantor Bahasa Provinsi Banten mempertemukan pembelajaran bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi untuk siswa SD dan SMP. Situs resmi menempatkan festival sebagai ruang latihan berbahasa, bukan sekadar ujian pengetahuan tentang bahasa daerah.

Pelaksanaan bahasa Sunda dijadwalkan 5 Oktober dan bahasa Jawa 6 Oktober 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Banten. Bagian jadwal utama mencantumkan festival bahasa Betawi pada 24 Oktober di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi DKI Jakarta.

Tujuh ranah lomba dirancang untuk membuat bahasa dipakai dalam bentuk yang beragam. Pilihannya mencakup cerita pendek, puisi, dongeng, pidato, lagu daerah, komedi tunggal, serta satu kategori aksara atau tradisi lisan yang disesuaikan dengan bahasanya.

Peserta Sunda berlatih membaca dan menulis aksara Sunda, peserta Jawa menggunakan aksara Pegon, sedangkan peserta Betawi berbalas pantun. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa revitalisasi tidak harus menyeragamkan cara setiap komunitas merawat bahasa.

Panitia juga menyediakan 21 modul bahan ajar untuk tiga bahasa, lengkap dengan panduan lagu bagi jenjang SD dan SMP. Bahan tersebut memberi jalur belajar sebelum festival dan dapat memperpanjang manfaat kegiatan ke ruang kelas.

Nilai terpenting dari festival ini ada pada penggunaan aktif: menulis, berbicara, bernyanyi, melucu, dan membaca aksara. Bahasa daerah bertahan ketika menjadi alat berekspresi sehari-hari, bukan hanya daftar kosakata yang dihafal.

Sumber: Kantor Bahasa Provinsi Banten, diakses 10 Oktober 2026, https://kantorbahasabanten.kemendikdasmen.go.id/FTBI/

Catatan editorial: Halaman resmi menampilkan 24 Oktober pada jadwal utama Betawi, tetapi satu baris lini masa mencantumkan 20 Oktober; pembaca perlu memeriksa pembaruan kanal penyelenggara. Foto mendokumentasikan aksara Jawa di sekolah lain, bukan peserta festival dan bukan liputan lapangan.

Baca juga