Estofado Membuat Ukiran Kayu Tampak Berbalut Brokat
Redaksi ·

Foto: Daderot / Wikimedia Commons (CC0)
Pada sejumlah patung kayu polikrom, lipatan jubah tampak seperti kain brokat berbenang emas. Kesan itu dapat dibangun melalui teknik estofado: seniman menyusun lapisan warna dan logam, lalu membuka pola tertentu agar kilau di bawahnya muncul kembali.
Esai kuratorial The Metropolitan Museum of Art menjelaskan bahwa daun emas atau perak ditempatkan di atas dasar gesso. Lapisan berikutnya berupa cat minyak atau glasir tembus pandang. Di beberapa wilayah, lapisan cat digores mengikuti pola sehingga permukaan logam di bawahnya terlihat.
Urutan kerja tersebut berbeda dari sekadar mengecat motif emas di atas warna. Cahaya memantul dari lapisan logam yang benar-benar berada di bawah cat, sedangkan guratan menentukan ritme hiasnya. Pola dapat membangun ilusi tekstil mahal pada pakaian yang sebenarnya dipahat dari kayu.
Getty juga memakai istilah estofado untuk proses menggores cat sehingga lapisan kontras tersingkap. Teknik ini digunakan di Spanyol untuk meniru sulaman dan brokat pada pakaian patung. Hasil visualnya bergantung pada hubungan antara pahatan lipatan, bidang warna, dan pola yang dibuka.
Pembuatan patung polikrom melibatkan pembagian keahlian. The Met mencatat adanya perajin khusus untuk memahat kayu, menyepuh, serta memberi polikromi; pemilihan dan pematangan kayu pun merupakan keahlian tersendiri. Karena itu, satu karya dapat merekam kerja beberapa tangan dan tahapan yang berbeda.
Teknik serupa dibawa dan dikembangkan dalam bengkel seni di wilayah Amerika Spanyol. Para perajin setempat tidak sekadar menerima pola Eropa, tetapi bekerja dalam jaringan produksi dan kebudayaan yang membentuk ragam patung keagamaan di berbagai daerah.
Saat melihat karya estofado di museum, petunjuknya dapat dicari pada pola berulang yang memperlihatkan kilau dari bawah warna, terutama di area pakaian. Pengamatan dekat perlu tetap mengikuti jarak aman dan aturan galeri, sebab lapisan gesso, logam, dan cat pada benda tua dapat sangat rapuh.
Sumber: https://www.metmuseum.org/essays/polychrome-sculpture-in-spanish-america ; https://www.getty.edu/art/exhibitions/roldana/index.html
Catatan editorial: artikel evergreen ini merangkum teknik seni dari esai kuratorial The Metropolitan Museum of Art dan Getty. Redaksi tidak mengatribusikan karya tertentu tanpa catatan museum.
Dokumentasi foto: Patung kayu polikrom dan bersepuh dengan teknik estofado, koleksi Chazen Museum of Art; foto dibuat 21 Juli 2013.
Kredit foto: Daderot / Wikimedia Commons.
Lisensi foto: CC0 — http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/deed.en
Perubahan gambar: orientasi EXIF dinormalkan, dikonversi ke JPEG, diperkecil proporsional hingga sisi terpanjang 1.600 piksel, dan dikompresi; tidak ada perubahan isi.
Seni
Seni
Seni
Inspirasi
Inspirasi
Warisan