Berita Pilihan
Budaya

Gerabah Kasongan Menyatukan Tanah Liat, Api, dan Kerja Perajin

Redaksi ·

Kerajinan gerabah dari Kasongan, Bantul, didokumentasikan 2 April 2019. Foto: Asri Nurhayati; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kerajinan_Gerabah.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Kerajinan gerabah dari Kasongan, Bantul, didokumentasikan 2 April 2019. Foto: Asri Nurhayati; halaman foto: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kerajinan_Gerabah.jpg; lisensi CC BY-SA 4.0: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/. Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Asri Nurhayati / Wikimedia Commons / CC BY-SA 4.0

Kasongan di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, dikenal sebagai kawasan kerja gerabah. Kendi, guci, pot, lampu hias, patung, dan suvenir menunjukkan bagaimana bahan yang sama dapat diarahkan ke fungsi berbeda.

Tanah liat perlu dipilih dan diolah agar cukup plastis untuk dibentuk. Udara yang terperangkap, ketebalan yang tidak rata, atau sambungan yang lemah dapat menjadi titik retak saat benda dikeringkan dan dibakar.

Pembentukan dapat memakai tangan, putaran, cetakan, atau gabungan teknik. Sesudah bentuk selesai, pengeringan berlangsung bertahap supaya air keluar tanpa membuat bagian luar menyusut jauh lebih cepat daripada bagian dalam.

Pembakaran mengubah tanah yang rapuh menjadi benda keramik yang lebih tetap. Hasilnya dipengaruhi susunan tungku, suhu, bahan bakar, aliran udara, dan lama proses; warna akhir bukan hanya keputusan cat di permukaan.

Penyelesaian dapat berupa penghalusan, pewarnaan, ukiran, atau pelapisan. Produk hias dan wadah untuk penggunaan tertentu mempunyai kebutuhan berbeda, sehingga pembeli sebaiknya menanyakan fungsi dan perawatan yang dianjurkan perajin.

Situs wisata resmi Bantul menempatkan Kasongan sebagai desa wisata yang memperlihatkan kehidupan dan kerja warga. Kunjungan yang menghargai budaya perlu menyebut pembuat, meminta izin sebelum memotret proses, dan tidak memperlakukan bengkel sebagai dekorasi semata.

Foto utama dibuat pada 2 April 2019 dan memperlihatkan sebagian ragam gerabah. Gambar tidak mewakili seluruh perajin, teknik, harga, atau produk Kasongan pada masa kini.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Bantul, “Desa Wisata Kasongan”, https://jelajahbantul.bantulkab.go.id/listings/desa-wisata-kasongan ; Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/12718/desa-wisata-kasongan/ ; Kementerian Pariwisata, Jadesta Kajigelem Bangunjiwo, https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/edukasi_kajigelem_bangunjiwo . Diakses 13 Oktober 2026.

Catatan editorial dan foto: tulisan ini merupakan artikel budaya evergreen dan tidak menyamakan semua produk Kasongan. Foto oleh Asri Nurhayati, 2 April 2019, dari https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kerajinan_Gerabah.jpg dengan lisensi CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). Perubahan: diperkecil dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga