Berita Pilihan
Budaya

Garantung Menempatkan Gong sebagai Penanda Bunyi Dayak Ngaju

Redaksi Opinix ·

Gong Garantung, instrumen pukul yang berkaitan dengan tradisi Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, didokumentasikan 19 Mei 2025 menurut metadata berkas. Foto diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Gong Garantung, instrumen pukul yang berkaitan dengan tradisi Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, didokumentasikan 19 Mei 2025 menurut metadata berkas. Foto diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.
Foto: Martini Rahman, 19 Mei 2025, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gong_Garantung.jpg

Garantung adalah gong yang digunakan dalam tradisi masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. artikel ini mengenalkan bentuk, cara bunyi, dan konteks sosialnya tanpa menganggap satu instrumen mewakili seluruh keragaman musik Dayak.

Foto pendamping memperlihatkan gong logam dengan pencu di bagian tengah. Sebagai idiofon, bunyi Garantung berasal dari getaran badan instrumen ketika dipukul; bahan, ukuran, bentuk, dan cara memainkan ikut memengaruhi warna serta panjang bunyi.

Skripsi etnomusikologi Institut Seni Indonesia Yogyakarta tentang musik Garantung dalam Upacara Tiwah menempatkan instrumen ini sebagai bagian penting penyajian musik Dayak Ngaju. Kajian itu juga menekankan fungsi ritual dan makna komunikasi, bukan hanya nilai hiburan.

Garantung kerap hadir bersama instrumen lain, termasuk gandang atau gendang. Dalam ansambel, peran setiap bunyi terbentuk dari hubungan pola pukulan, tempo, urutan, dan konteks acara; karena itu, satu foto tidak dapat menjelaskan keseluruhan musik.

Sumber-sumber budaya mencatat berbagai kisah mengenai asal Garantung, termasuk hubungan perdagangan dengan Jawa atau kawasan lain. Karena penjelasan asal-usulnya tidak tunggal, cerita tersebut lebih tepat diperlakukan sebagai tradisi pengetahuan dan hipotesis sejarah, bukan kepastian tanpa bukti tambahan.

Dokumen kebudayaan pemerintah juga memperlihatkan bahwa bunyi Garantung dapat membawa tanda sosial yang dipahami masyarakat, mulai dari panggilan hingga penanda peristiwa adat. Makna itu bergantung pada pola, situasi, dan komunitas yang menggunakannya.

Pelestarian Garantung berarti lebih dari menyimpan benda logam. Pengetahuan pemain, cara menabuh, repertoar, hubungan dengan upacara, bahasa setempat, dan ruang pewarisan perlu didokumentasikan serta dipelajari bersama pemilik tradisinya.

Sumber: Repositori Kemendikdasmen, "Deskripsi Seni Kalimantan Tengah", https://repositori.kemendikdasmen.go.id/27155/2/Deskripsi%20Seni%20Kalimantan%20Tengah.pdf ; Institut Seni Indonesia Yogyakarta, "Musik Garantung dalam Upacara Tiwah Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah", https://digilib.isi.ac.id/11307/ ; Repositori Kemendikdasmen, "Menelusuri Jejak Rempah di Kalimantan Tengah Abad ke-19 dan ke-20", https://repositori.kemendikdasmen.go.id/30928/1/MENELUSURI%20JEJAK%20REMPAH%20DI%20KALIMANTAN%20TENGAH%20ABAD%20KE%2019%20DAN%20KE%2020.Image.Marked.pdf

Catatan editorial: Tulisan ini ditandai sebagai artikel budaya, bukan berita terbaru. Redaksi tidak melakukan perekaman pertunjukan atau wawancara dengan pelaku tradisi. Foto hanya diubah ukuran dan dikonversi ke JPEG.

Baca juga