Berita Pilihan
Seni

Rankaku Menyusun Pecahan Kulit Telur di Atas Permukaan Lak

Redaksi Opinix ·

Pemasangan fragmen kulit telur pada karya lak di sebuah lokakarya di Hanoi, 11 November 2017. Ukuran diubah dan dikonversi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
Pemasangan fragmen kulit telur pada karya lak di sebuah lokakarya di Hanoi, 11 November 2017. Ukuran diubah dan dikonversi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.
Foto: Ji-Elle, 11 November 2017, CC BY-SA 4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) — https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Hanoi-Application_de_fragments_de_coquilles_d%27oeufs_(1).jpg

Kulit telur dapat menjadi unsur gambar pada seni lak. Dalam teknik yang kerap disebut rankaku atau eggshell inlay, pecahan cangkang ditempatkan di atas permukaan untuk membangun bidang terang dan pola retak yang berbeda dari sapuan cat.

Dokumentasi sebuah lokakarya di Hanoi memperlihatkan fragmen kulit telur diaplikasikan pada benda berlapis lak. Sumber praktik lain menjelaskan bahwa sisi cangkang dapat dipilih untuk menghasilkan karakter permukaan yang berbeda sebelum lapisan berikutnya dibangun.

Pecahan tidak sekadar ditaburkan. Perajin mengatur ukuran, jarak, arah retak, dan batas bentuk, lalu merekatkan atau menanamkannya sesuai sistem bahan yang digunakan. Susunan itu memungkinkan bidang putih dibaca sebagai tekstur, cahaya, atau bagian figur.

Setelah pola tersusun, lapisan lak ditambahkan hingga permukaan dapat diratakan dan dipoles. Tahapan berlapis berarti rupa akhir tidak hanya bergantung pada cangkang, tetapi juga pada warna dasar, ketebalan lapisan, pengamplasan, dan mutu pemolesan.

Istilah rankaku sering dikaitkan dengan tradisi lak Jepang, sementara penggunaan kulit telur juga menonjol dalam seni sơn mài Vietnam. Artikel ini tidak menyatukan sejarah, bahan, dan prosedur kedua tradisi sebagai satu teknik yang sepenuhnya sama.

Foto pendamping mendokumentasikan pemasangan fragmen kulit telur pada karya lak di sebuah lokakarya di Hanoi pada 11 November 2017. Gambar memperlihatkan tahap proses, bukan benda yang sudah selesai dipoles.

Sumber: Asian Art Museum, “Japanese Lacquerware”, https://exhibitions.asianart.org/exhibitions/japanese-lacquerware/ ; Alexander Lamont, “The Art of Eggshell Inlay”, https://blog.alexanderlamont.com/the-art-of-eggshell-inlay/ ; Wikimedia Commons, https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Hanoi-Application_de_fragments_de_coquilles_d%27oeufs_(1).jpg

Catatan editorial: Artikel ini adalah artikel seni dan membedakan praktik lintas tradisi yang sama-sama memakai kulit telur pada lak. Foto CC BY-SA 4.0 diubah ukuran dan dikonversi ulang ke JPEG tanpa pemotongan.

Baca juga