Dhaup Ageng Pertama dalam 18 Tahun, Apa Saja Prosesi Pernikahan di Pura Mangkunegaran?

SOLO – Pura Mangkunegaran di Surakarta tengah menggelar hajat besar. GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura, kakak kandung KGPAA Mangkunegara X, menikah dengan KPH Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian dalam rangkaian Dhaup Ageng pada 3-8 November 2026, menurut JatengPos dan detikTravel.
Katadata, mengutip juru bicara keluarga, menyebut ini dhaup ageng pertama di Mangkunegaran setelah 18 tahun. “Dhaup Ageng merupakan hajat keluarga yang menandai perjalanan baru dua insan dan dua keluarga,” kata juru bicara R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, seperti dikutip JatengPos.
Rangkaiannya panjang. Menurut JatengPos, prosesi dimulai dengan Sengkeran di Bale Warni pada Selasa, 3 November. Rabu, dipasang bleketepe dan tuwuhan serta digelar Adang Sepisan, sementara mempelai pria menjalani Nyantri. Kamis diisi Langkahan, Siraman, Dodol Dawet, dan malam Midodareni.
Pada Jumat pagi, 6 November, digelar Dhaup Suci atau pemberkatan pernikahan secara tertutup di Gereja Katolik St. Antonius Padua Purbayan, Solo. “Dhaup Suci merupakan prosesi pengesahan pernikahan yang dilakukan di gereja, yang hadir merupakan keluarga,” kata Ketua Panitia Sherly Karina kepada detikTravel.

Malamnya, upacara Panggih dan resepsi pertama berlangsung di Pendapa Ageng. Kedua mempelai mengenakan busana dodotan. Tari Golek Montro dan Bedhaya Soerya Soemirat turut dipentaskan, menurut detikJateng dan BeritaSatu.
Sejumlah tamu negara hadir pada malam itu, di antaranya Sri Sultan Hamengku Buwono X, Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan keluarga, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menurut detikNews dan Katadata.
Rangkaian ditutup Sabtu, 7 November, dengan kirab pengantin mulai pukul 16.00 WIB yang dilanjutkan resepsi kedua. Selama 6-8 November, pesta rakyat Srawung Kabagyan di Pamedan juga membagikan 2.000 porsi makanan dari UMKM setiap hari, menurut JatengPos.
Pura Mangkunegaran sendiri punya sejarah panjang. Menurut Liputan6, istana ini didirikan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, yang bergelar KGPAA Mangkunegara I, pada 1757 setelah Perjanjian Salatiga. Kompleksnya terdiri dari Pamedan, Pendapa Ageng yang disebut sebagai pendapa terbesar di Indonesia, Pringgitan, dan Dalem Ageng yang kini menjadi museum.
Yang belum diumumkan: rute kirab pengantin sore ini dan jumlah total tamu undangan. Upacara dhaup ageng 18 tahun lalu yang dijadikan pembanding juga tidak dirinci dalam sumber yang dibaca redaksi.
Catatan redaksi: disusun dari sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi peristiwa terbaru.
Sumber: JatengPos, detikTravel, detikNews, Katadata, Liputan6, detikJateng, BeritaSatu



