Langsung ke isi
Sabtu, 7 November 2026 · Dipilih dengan alasan.Redaksi · Pedoman · Koreksi
Dipilih dengan alasan.
Budaya

Setelah Davos, Sarinah Lanjutkan Langkah Ekspor Produk Lokal ke WTM London 2026

Pengunjung melihat dinding relief bersejarah di Sarinah, Jakarta
Foto: RasyaAbhirama13 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

JAKARTA – PT Sarinah (Persero) kembali membawa karya lokal ke panggung internasional. Kali ini Sarinah berpartisipasi dalam World Travel Market (WTM) London 2026 yang berlangsung 3–5 November 2026 di ExCeL London, Inggris.

Melalui Paviliun Indonesia, Sarinah memperkenalkan produk hospitality dan korporasi hasil kolaborasi bersama mitra lokal, mencakup amenities kit, merchandise, souvenir, dan produk custom. Menurut unggahan tentang partisipasi itu, langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jejaring bisnis, membuka peluang kolaborasi internasional, dan membawa potensi produk lokal Indonesia agar semakin dikenal di pasar global.

Gedung Sarinah di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada malam hari
Gedung Sarinah di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, dilihat dari Halte Transjakarta M.H. Thamrin. Foto arsip. Foto: Irvan Cahyo N / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Langkah ini punya latar yang panjang sepanjang 2026. Pada 19–23 Januari 2026, Sarinah tampil di Indonesia Pavilion dalam rangkaian World Economic Forum di Davos dengan lebih dari 30 brand lokal terkurasi, mulai dari wastra premium seperti batik, ulos, dan tenun, dekorasi rumah dan aksesori, hingga produk makanan dan minuman. Sebelumnya, Sarinah mengikuti misi dagang ke Perth, Osaka, dan Belanda.

“Tahun 2026 menjadi momentum penguatan ekspor Sarinah,” kata Direktur Utama PT Sarinah Raisha Syarfuan saat itu, seperti dikutip Industry.co.id. Dalam laporan yang sama, Sarinah menyebut perannya sebagai kurator, agregator, dan akselerator ekspor bagi brand lokal terpilih. Kurasi dilakukan dengan memperhatikan tren global, preferensi pembeli, dan potensi komersial jangka panjang.

London menambah satu jalur lagi: industri pariwisata. Paviliun Wonderful Indonesia yang diusung Kementerian Pariwisata di WTM London diikuti 65 pelaku industri dan menargetkan penguatan pasar Eropa, menurut Vibizmedia.

Tujuan yang disampaikan pemerintah adalah memperkuat posisi Indonesia di pasar Eropa, membangun jaringan distribusi, dan mendorong wisatawan tinggal lebih lama serta berbelanja lebih banyak, sehingga manfaat ekonominya menjangkau daerah.

Sampai artikel ini disusun, jumlah dan nama mitra lokal yang produknya dibawa ke London, serta hasil pertemuan bisnis selama pameran, belum diumumkan.

Catatan redaksi: disusun dari bahan tim dan sumber yang disebutkan; foto arsip bukan dokumentasi WTM London 2026.

Sumber: Unggahan Instagram tentang partisipasi Sarinah di WTM London 2026 (bahan dari tim), Industry.co.id, BCA Sekuritas (IQPlus), Vibizmedia.

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.

Baca juga